Rheind's Life Journal

Wednesday, November 29, 2006

Raindrops Keep Fallin On My Head

Raindrops keep fallin on my head
And just like the guy whose feet are too big for his bed
Nothin seems to fit
Those raindrops are fallin on my head, they keep fallin

So I just did me some talkin to the sun
And I said I didn't like the way he got things done
Sleepin on the job
Those raindrops are fallin on my head, they keep fallin

But there's one thing I know
The blues they send to meet me
Won't defeat me
It won't be long til happiness steps up to greet me

Raindrops keep fallin on my head
But that doesn't mean my eyes will soon be turnin red
Cryin's not for me
Cause I'm never gonna stop the rain by complainin
Because I'm free, nothin's worryin me

Well, good thing is, it is back on d cool n mild rainy day. I love it, except for d wetness.. hehehehe..

Labels:

Tuesday, November 28, 2006

One Day Workshop

Hari ini ada workshop SQL Server 2005 di InformIT. Ini emang salah satu tempat yang diminati buat ngambil kursus keahlian bidang komputer bersertifikat internasional. Jadi, kalo di sini ditawarin workshop tentang teknologi terbaru, napa ngga ?

Acaranya sendiri dimulai dari jam 9 pagi mpe jam 5 sore. But, in the end, nothin special, really. Yang dibahas di workshop lebih ke arah pengenalan fungsi2 dasar dari sebuah software pengolah database untuk jaringan komputer : query, trigger, view, dll. Perbedaan dan keunggulan SQL 2005 dibanding SQL 2000 cuman dibahas sekilas n lebih sebatas wacana dibanding mengupas sisi praktek. Tapi buat workshop sehari dengan modul tutorial, makan siang n 2x coffebreak plus sertifikat, 150 ribu kayanya lumayan balik modal de, hehehehe..

Labels:

Deadlift

Kemaren di gym, gw lagi deadlift. Di tengah proses di mana ekspresi ganteng wajah gw secara bertahap berubah jadi shitfaced, tiba2.. KLEK ! ato KRAK ? whatever.. Yang pasti, my waist is dead becuz of lifting..

Mungkin ada yang nanya, apaan tuh deadlift ? Ga ada yang nanya ? Well, mudahnya (ga peduli ga ada yang nanya), gerakan deadlift itu mirip ama salamnya orang Jepun. Dari posisi berdiri, hup, ngebungkuk mpe punggung sejajar lantai. Bedanya, ini plus beberapa jinjingan besi di tangan. Gunanya buat kemaslahatan pinggang, biar bisa bekerja dengan nyaman dan sejahtera. Kalo gitu, napa namanya deadlift ? Silakan baca paragraf awal..

Oh well, let say it jus merely out of luck, karna baru sekarang aja pinggul gw nyengsol kaya gini. Awalnya sih gapapa, tapi pas shalat baru kerasa. Ruku' itu kayanya butuh perjuangan berat banget. Belom lagi kalo udah dipake baringan, kudu telentang kaya papan, or else, d muscle will bit themselves. Kata dokter, ga ada yang patah, tapi ototnya kram akut, jadinya buat sebulan ke depan, pinggang gw tercinta ga bisa dilipet, karna otot2 dalemannya juga lagi njelimet. Well, d good part is, jalan gw jadi tegap banget, walo rada ngadegdeg (geter2 vibrator, red) "Ihh..itu kok jalannya kaya bebek ghedeg ?"

Notes from doc : Kalo lagi cedera gini, yang bener itu justru dikompres ama es batu. Selama ini, kalo cedera, gw selalu nyari koyo yang paling panas buat dijadiin stiker bodi. Udah lama sembuhnya (karena panas, pembuluh darah melebar, pendarahan meluas), masih ditambah ama gejala insomnia akut yang berujung pada amnesia ringan esok harinya. Gimana bisa bobok dengan nyaman kalo bokong disundut sepanjang malam ?

Lalu, renang ! Karena di air ga ada tahanan, renang hampir selalu jadi olahraga rekomendasi buat nyembuhin cedera otot n sendi. Kecuali buat yang cedera kulit (baca : panu, kadas, kurap)

Eniwei, buat temen2 di tim basket, kayanya kalian kudu berjuang tanpa gw de.. Semangat ! Buat Alf, Arya n Rikza, emmm..gimana kalo sebulan ini qta berenang aja ? Lumayan ganti pemandangan, di lapangan basket kan gersang, hehehehe..

Labels:

Friday, November 24, 2006

Divine Madness

Depok geger. Seorang wanita bernama Sumanti (sebut saja begitu), diduga kuat telah memakan anaknya sendiri.

Sumanti yang diyakini menderita gangguan jiwa berat digelandang ke kantor polisi setempat. Tapi ketika memberikan keterangan, yang bersangkutan tidak menunjukkan tanda2 gangguan, karena seluruh pertanyaan dijawab dengan lancar. Seperti ketika ditanya asal daerahnya, ia mengaku berasal dari Kebumen. Dan ketika ditanya apa yang ia lakukan pada anaknya, ia mengaku telah membakar dan memakannya. Terlepas dari kejujuran jawaban, tidak ada halangan berarti yang ditemukan polisi saat menginterogasi, tidak seperti lazimnya menghadapi seseorang yang gila, walau dalam kasus ini kita semua setuju kalo perempuan ini benar2 sakit jiwa. Apalagi bukti dan saksi turut berbicara.

Beberapa saksi menyatakan bahwa, Selasa (21/11), mereka melihat Sumanti tengah merangkak di sekitar trotoar rumahnya dalam keadaan telanjang, dan darah yang terus keluar dari rahim. Warga sekitar kemudian menghalaunya, tapi kemudian membantunya kembali ke rumah kosong yang telah ia tempati sejak beberapa tahun yang lalu. Ironisnya, lokasi rumah itu terletak persis di seberang kantor Sub Direktorat Satwa Polri, Cimanggis.

Di dalam rumah, warga menemukan ceceran air ketuban yang membusuk. Mereka berpendapat, wanita yang beberapa saat yang lalu tengah hamil tua ini telah melahirkan tanpa bantuan siapa pun. Tapi mereka terkejut ketika mendapati beberapa potong tulang kecil dan sebuah tulang yang diyakini sebagai tulang tempurung kepala bayi yang teronggok di sebelah sisa nasi padang dan sebuah tungku. Sementara, masih di sekitar tempat itu, ditemukan pula jenazah bayi yang hanya menyisakan bagian pinggul ke bawah. Mereka pun meminta aparat kepolisian turut bertindak.

Warga tidak ada yang mengetahui siapa ayah bayi tersebut, karena Sumanti sendiri bukan seseorang yang akrab dengan warga sekitar. Sebaliknya, ia sangat galak dan kerap meneriaki siapa saja yang membuang sampah di TPS yang kebetulan berada di samping rumahnya. Ahli psikologi yang dimintai bantuan menyatakan bahwa Sumanti benar2 mengalami gangguan kejiwaan berat, tidak sekedar stress. Apa yang dilakukannya bisa jadi karena perilaku umum akibat memiliki anak di luar nikah, misalnya karena malu. Tapi karena anak yang dilahirkan juga dimakan, "Ini sudah mengarah ke psychosis, di mana penderita telah putus dengan realitas, sehingga pemikirannya pun telah di luar realitas, tidak dapat dipahami."

Na'udzubillah..

Labels:

Thursday, November 23, 2006

Hot Curry, Anyone ?

Hari ini gw ma Diva mo ngambil poto dari episode blog kemaren di Jonas. Potonya udah jadi dari hari Minggu, tapi mpe sekarang belum juga diambil. Takut ntar dipajang di bagian Pose Of The Week, akhirnya qta bela2in juga ke sana. Tapi, sama2 laper, qta mutusin buat makan dulu.

Gw paling suka nyoba hal2 baru. Makin aneh, makin penasaran gw pengen nyoba. Apalagi buat makanan. Untungnya buat urusan gini, Diva berasal dari spesies yang sama. Yah, koki yang ahli juga merupakan tukang makan yang ahli kan ? Nah, resto aneh yang qta kunjungin adalah Gambrinus, resto dengan spesialisasi masakan Jerman n India. Jauh banget ya bedanya ? Pertama kali gw dikasi tau ama guru Inggris di TBI. Tapi itu udah lamaaaaaaaa... banget, pas zaman gw masi muda dulu. Well, sekarang masi imut sih, tapi lebih dewasa, hehehehehe..

Tempatnya rada remang2. Yah, wajar aja sih, namanya juga Gambrinus German Pub & Bar. Yang dateng ke sini kebanyakan kaum bule. Dari bule depok, mpe bule semok, pada nongol di sini semuah. Qta ? Well, walo produk lokal, qta kan tetep manis kaya bule, bule jawa.. BLETAK ! 'gula', dodol.

Ngeliat menunya, qta cuman bisa geleng2. Nama2 masakannya ditulis pake bahasa Kuch Kuch Hottahai, untung masih ada basa manusia di bawahnya..
Diva nanya, "Ren, ko ga ada sapi yah ?"
(ikutan nyari) "Iya ya, ko ga ada di menu ? Ato lupa ditulis kali ya ? Tadi kan mbaknya bilang ada ayam, kambing, domba, tapi ko ga ada sapi.. .... Well, napa ga pesen yang lain aja ?"
Buat yang sama begonya ama qta, perlu diinget, sapi itu binatang keramat di India. Lha ini, qta dengan seenak udelnya pengen dibuatin kari sapi ? Mo dihajar Inspektur Vijay ?

Sekarang giliran minuman. Setdah.. isinya kebanyakan hard-drink (minuman keras, red) semua. Wine, Vodka, Scotch, Bacardi, Gin, ko ga ada Teh Botol sih ?
Akhirnya gw mesen Mutton Massala, Diva mesen Murg Chat Patri, n karena masakan India (katanya) harus dimakan pake nasi ato roti, qta juga mesen 2 porsi Nan, rasa Butter n Garlic. Minumnya pake Lassi manis.

Singkatnya, makanan qta sama2 kari, tapi beda. Bedanya di mana, na itu dia yang gw cengo. Eniwei, punya gw kari daging domba. Bentuk n penampilannya mirip ama rendang. Rasanya juga mirip.. Kalo punya Diva, kari ayam. Kuahnya merah mampus. Tapi tampilan luar aja yang gahar, padahal rasanya.. pedes juga. Minum..minum..

Nan itu roti khas India, yang kalo diliat dari segi itemnya, gw yakin 100% masaknya bukan direbus. Kalo mo dibayangin, kaya roti pembungkus kebab de. Belum pernah makan ? Hmm.. kulit lumpia basah ! Mirip banget tuh ! Belum juga ? ... Kalo plastik kresek ?

Lassi itu yoghurt. Lassi manis = yoghurt manis. Itu ajah. Tapi ini enak. "Ada rasa2 roti tawar susu," kata Diva. Loh ?

Abis makan, minta bill. Buset..
"Div, kamu ada tambahan 10000 ga ?"
"Ga ada"
Mampus..
"Mbak, di sini ada ATM ga ya ?"
"Ada mas, di sebelah"
Di luar.. Lha ini kan ATM BCA, Mandiri mana ya ?
"Pak, kalo ATM Mandiri di mana ya ?"
"Oo.. itu de', di deket Setrasari Mall. Itu lo, keliatan, yang warna kuning" (Memicingkan mata dengan segala daya upaya) "Emm.. kayanya rada jauh ya pak ?"
"Ah, ngga juga, pake angkot juga paling 500 (deket ko)"
"Kalo jalan kaki gimana pak ?"
"Lumayannn.. (dengan tatapan kamu-udah-bosen-punya-kaki-ya-?)"

Eniwei, akhirnya gw ngambil di BCA aja, karena sama2 Visa. Pulang dari sana, qta langsung ke tujuan utama, ngambil poto yang udah mulai bulukan di gudang arsip Jonas. Dan ternyata hasilnya lumayan juga, lumayan ga jelas. But dats wut takin pics r for, to let ur hidden side revealed, hehehe.. Pas di sana, baru inget, kalo pas makan tadi kelebihan bayar 10000. Kalo bayaran kurang, pasti ditagih. Giliran lebih, diem2 aja nih ? Dasar..

Labels:

Tuesday, November 21, 2006

Cool Device

Gw lagi ada mainan baru. Namanya MER, Mosquito Electric Racket, alias raket nyamuk listrik. Ato raket listrik nyamuk ? Eniwei, gw baru sadar kalo otak manusia bisa sangat jenius, menghasilkan mahakarya seperti ini.

Yang perlu dilakukan cukup mudah. Pencet tombol imut di gagangnya n ayunkan senarnya ke arah target. Gerakan favorit gw : Backhand Spin.

Beda ama obat nyamuk yang bisa bikin nyamuk kebal ato qta yang ko-it duluan, with this luvly stuff they'll be banished from d world. N I mean it. One touch, ZAP ! they gone with the wind, completely leavin no single trace. Every person MUST have one.

Oya, alat ini juga tidak terbatas digunakan untuk nyamuk. Lalat ama kecoa juga bisa. Tapi mungkin karena ukurannya, badannya bakalan masih utuh. Sebagai gantinya, bakal muncul aroma BBQ, hehehehe.. Roast Roach, anyone ?

And now, feel my wrath, u annoying little beings ! HUAHAHAHAHAHA ! (feelin all high n mighty) ZAP !

nb : jangan periksa raket ama jari kelingking. verrry dennjeresss ! punya gw jadi setengah mateng..

Labels:

Friday, November 17, 2006

Itadakimasu !

Apa yang kamu lakuin kalo kamu punya temen dengan nafsu makan barbar untuk diajak makan ? Kemaren Dhany ngajakin makan buat ngerayain ultahnya. N becuz there r 2 gluttons amongst d party, he decided to go buffet.

Sebelumnya, poto2 di Jonas dulu. Qta ngambil paket Four C (perasaan mah bener ini namanya). Paket yang unik. Dapet 10x jepret, n masing2 dapet 1 foto cetak. Tapi semua jepretan diambil dalem waktu semenit, di tengah lampu disko n goyangan musik. Kebayang ? N hasilnya emang ga keduga, hehehe..

Pas balik dari shalat bareng Diva, Evi jatoh dari tangga. Ga sampe koprol sih, tapi kakinya cedera. Kecelakaan sih, tapi kayanya jalan pake hak tinggi emang rada susah ya ? Oh well....

Kunjungan kuliner kali ini ke Miyazaki, resto Jepang di Dago. Tempatnya gede, tapi kayanya ga terlalu rame pengunjungnya. Pas masuk, banyak banget makhluk2 sipit bertebaran. Oho, kayanya ini tempat makan yang sering dikunjungin ama expat2 Jepun.

Qta ngambil tempat deket meja bahan masakan. Rada kecewa juga. Di sini ternyata menunya ga sevariatif Hanamasa. Di sini juga ga dapet minum, selain es campur (pernah makan Jepang pake Peuyeum ?) But, let's get d party started !

Not much to wrote. Gents tends to bring d foods back n forth, while d ladies experimenting their cooking sense. Sepiring, dua piring, ... statistik akhir menunjukkan 10 piring yakiniku, 1 piring shabu2, 3 piring tempura, n beberapa piring lain yang menolak disebut identitasnya.

Gw, Diva n Evi udah eneg minum es campur. Ternyata rasa daging sapi ama kolang-kaling itu jauh beda (belajar hal baru) Jadi, di bawah tatapan nista dari pelayan di sana, gw berhasil manage buat ngambil es serut 3 gelas. Guys, napa kalian ga mulai ngasi air putih di meja buffet sebelum kedatengan tamu aneh yang lain ? Dan acara terakhir malam ini adalah lomba ngulek es jadi air minum.. Ops, Dhany masih nekat makan sepiring lagi.

What a nite.

Happy Bday Dhan.

Labels:

Saturday, November 11, 2006

Legless

Kronologis kejadian, napa gw perlu konsultasi ama ahli amputasi.

Lapangan basket, 0700-1000
Nyuci baju.. ngga mungkin lah. Tanding beberapa (belas) kali. Jalan, lari, lompat, semua pake kaki. N semua berdiri. Gw belom pernah nyobain basket sambil ngesot..

Lorong kampus, 1100-1300
Hari ini ada wisuda. Gw pengen nonton, karna banyak temen2 gw yang udah ikutan. Sekalian nambah motivasi buat ngerjain skripsi, hehehehe. Dari kelas cuman ada 5 biji sih, tapi tahun 2006 ini, keluaran kelas qta kayanya mantep2, quality over quantity. Nyambut temen2 wisuda, qta pada beli bunga. Then, we waited. Katanya bakal kelar jam 12, jadi qta udah berdiri, nungguin temen2 wisuda pada keluar, dari jam 11. Ternyata, baru pada bubar jam 1. Kaki loe gimana ? Lumayaaannn..

Masih di kampus, 1300-1400
Keliling kampus, nyariin makhluk2 wisuda di tengah lautan cendol. Biar bisa salaman (kali ketularan cepet kelar), bisa poto2, n yang paling penting, biar bunga2 di tangan cepet ludes n ga mubazir. Kelilingnya pake kaki dong, mosok jalan kayang ?

Kos Umar, 1400-1600
Akhirnya kelar juga. Poto2 dapet banyak. Bunga udah dikasiin semua. N, akhirnya qta bisa duduk... at last. Kruyuuukk.. sigh, gara2 keliling2 tadi, mpe lupa makan. Mesen di kantin sebelah, mpe bulu idung gondrong, belum dateng2 juga. Anak2 di tempat kos udah pada sekarat. Karna di tempat ini cuma gw n Diva yang bisa ngebedain wajan ama antena parabola, jadinya dengan penuh rasa ikhlas (baca : iba), qta akhirnya masakin mereka juga. Berdiri lagi. Heran, masak kan bisa bikin pegel kaki, apalagi kalo lama, gempor. Tapi ko mpe sekarang ga ada yang pernah kepikiran buat inovasi ? Masak sambil pijetan, misalnya.

Akhirnya gw pulang juga. Kaki gw tambah bohay bo, hwehehehe..

Thursday, November 09, 2006

An Afternoon Getaway

Besok gw ada ujian, n seperti biasa, gw milih belajar di BSM. Karena bahan2 ujiannya kebanyakan softcopy, jadi gw juga ga lupa ngebawa notebook.

Hari ini gw milih ngadem di Excelso. Boleh dong sekali2 nongkrong di kafe ? Daripada mojok mulu di foodcourt, ga sehat buat pergaulan umat.

Tiap beberapa waktu, di Excelso ada promosi kopi. Beli satu, gratis refill. Hari ini kebetulan lagi promosi Kalosi Toraja. Kopi ini dibudidayakan dari sejak awal 1900-an ama meneer2 Londo. Mereka nemuin tempat yang sip banget buat nanem kopi, di daratan Sulawesi. Hasilnya, salah satu komoditi kopi terbaik di dunia, Kalosi Toraja. Dan gw bisa minum sepuasnya ! Well, gw sih prasangka baek aja, soalnya ga disebutin boleh refill berapa kali, hweheheheh..

Pesenan kopi dateng. Sebenernya gw udah rada insap ngopi, tapi di sini ga ada susu, jadi yah.. kebetulan. Buat yang suka ngopi, pasti ngerti tata cara minum kopi yang baik dan benar. Pertama, jangan langsung menenggak kopi panas, karna lidah bisa ikutan mateng. Kedua, dekatkan idung ke cangkir n cium aroma kopi (caution : dekatkan idung, bukan celupkan) Ketiga, seruput kopi sedikit2 (baca aturan pertama) dan rasakan sensasi kopi ... pait euy.. Tambah gula ? Aturan keempat, jangan banyak2. Katanya, apresiasi orang Indonesia tentang minum kopi masih salah, manis banget. Lha iya, qta kan bangsa dengan kepribadian manis, betul ? Orang Itali suka espresso yang pait ? Pantes mukanya kaya orang sulit duit.. hehehehe..

Sejam. Dua jam. Para pelayan udah mulai ngasi tatapan dan senyum penuh arti. Gw ngerasa urat2 malu gw mulai connect. Udah dua jam, kopi secangkir aja ga abis2, mending kalo sebaskom.. Jadi, buat kedamaian bersama, gw akhirnya mesen makanan juga. Sandwichnya enak, porsinya gede, n yang paling penting, bisa nahan gw buat beberapa jam ke depan, hehehehe..

Satu jam kemudian. Makanan habis.
"Mas, boleh minta refill kopi ?"
"Oh, silakan"

Satu jam kemudian. Kopi habis.
"Mas, boleh minta refill kopi ?"
"....."
"Ahem.. maksudnya, boleh minta bill ?"

Gw : "Tumben hari ini rada sepi mas ?"
Mas : "Oh, biasa, hari kerja. Kalo weekend biasanya rame ko"
Gw : "Oo..biasanya ada juga yang bawa2 notebook kaya saya ?"
Mas : "Ada juga sih, beberapa, tapi biasanya ga bawa kabel colokan.." * Gw : "Oya ?" **
Mas : "Ini billnya"
Gw : "... Gusti.."

Gimana belajarnya ? Yah, lumayanlah (baca : gagal total) Satu pelajaran berharga : Jangan bawa2 notebook kalo mo ngadem di kafe buat belajar. Gw malah kegoda buat nulis novel.. Yah, minimal mata gw udah melek total. Khasiatnya masih cespleng mpe sekarang lo..

Pulangnya ketemu Anjar dan nyonya, lagi keliling BSM
Anjar : "Hey, sendirian aja mas ?"
Gw : "Yoi, gw lagi belajar buat ujian besok nih"
Anjar : "Wah, sama dong. Data Mining kan ?"
Gw : "Yup"

Ini lebih mantep. Gw aja belajar masi gandeng notebook, mas qta yang satu ini belajar sambil gandeng cewe.. Nah, sapa bilang ga ada orang yang sama gilanya kaya gw ? hehehehe..

* : "Loe lama banget seh nongkrong di sini ? Pinter banget, mpe bawa2 charger gitu.."
** : "Emberrr.."

Sunday, November 05, 2006

One Nite Stand

Dont judge d blog by its title. Judul di atas murni tentang kaki gw yang gempor, berdiri semaleman nunggu transportasi yang bisa bawa gw pulang ke Bandung, karena kemaren gw ada 2 seminar di Jakarta. Pertama seminar pasar modal di Le Meridien. Trus yang kedua, seminar Internet Business di Hotel Ciputra.

Le Meridien, Sudirman, 10.00 WIB

Ok..ok.. seminar ini mungkin ngasi pengetahuan yang bener2 ga nyambung ama idup gw sekarang, tapi pembicaranya sendiri juga dari desain, sami mawon. As long as d money is verrry good, we are verrry nyambung ama kerjaan itu, heheheheh..


Yang dateng terbatas 30 orang. Di sini qta belajar tentang pasar modal, kenapa itu sangat beresiko, gimana caranya memproteksi dana biar tiap invest ga jantungan mulu, kenapa permainan ini sangat menyenangkan dan masih banyak kenapa2 laen yang bikin ngiler..

Pembicaranya sangat bagus, kalo gw bilang. Dia bisa meyakinkan, karena dia paham. Dan di akhir sesi, pendapat SEMUA orang tentang bermain di pasar modal yang penuh resiko, berubah total. Well, every single thing have their own risk, d problem is how to minimize it. SEMUA orang juga berminat buat ikut workshop lanjutannya, tapi TIDAK SEMUA dompet ikut mendukung. Contoh paling kongkrit : dompet gw. "Oookaaaay, so ull give us 8 DVD bonuses from ur grand-master ? Dats great ! Ull guiding us for d entire lifetime ? Magnificent ! Ull let us in on d next workshop for free ? Fantastic ! U even give us discount ? There's no better news ! So, how much ? ... 9 million ? With 6 zeros ? ..... When will u give another seminar ?"

Jakarta, Yang Macetnya Amit2, 14.00 WIB

Siapa bilang pas akhir Minggu, Jakarta sepi ? Ngaku !! Katanya hari Sabtu manusia2 Jakarta bakal ngadem di Puncak, katanya hari Sabtu manusia2 Jakarta bakal tumplek di Bandung, katanya hari Sabtu Jakarta bakal sepi.. Dont ever trust dat. Buktinya gw udah mulai ngakar di korsi taksi. Hhh.. napa gw tadi ga pake busway aja ? (sementara di jalur busway sebelah kanan, sopir busway juga udah mulai bisulan nungguin macet yang disebabkan sopir2 BMW bermental bajaj)

Ciputra, Grogol, 15.00 WIB

Nah, yang ini rada2 nyambung ama apa yang gw pelajarin selama ini. Pembicaranya sendiri pemenang Phoenix Award tahun 2003, yaitu penghargaan tahunan untuk seorang warga Singapura terbaik. Jadi bisa dipastikan pembicaranya bukan dari Bandung.. Richard Tan, juga CEO dari perusahaan Asia Pasifik dengan perkembangan terpesat no 7 (menurut Deloitte, bener ga sih ?)

Tapi acaranya menurut gw malah ga sebagus yang pertama. Pembicaranya ngomong pake basa Inggris. Well, dats not d problem. Masalahnya yang keluar Inggris, tapi nadanya Mandarin, na lo ! Yah, sudahlah, mungkin kalo dia yang denger gw ngInggris pake intonasi Sunda, mungkin dia geleng2 juga, hehehe.. Lagian ada translator juga, yang entah bagaimana bisa menangkap sinyal2 ajaib itu. Tapi, kompensasinya, durasi acara juga jadi dobel.. sigh..

Bukan hanya itu, penjelasannya juga berlete-lete. Mosok pas mo nerangin cara nyari ide produk, qta malah ngebahas isi buku yang ngasi tips buat para suami yang punya banyak pacar agar terhindar dari masalah ? Ato sodoran fakta kalo ternyata di Google banyak orang yang minta tips biar bunuh dirinya sukses ? Oh, puliiizz ?

Dan di akhir sesi, tentu aja ada tawaran buat ikutin workshopnya. Pembicara2nya emang mantep2. Dari ahli marketing, penulis copy sales terbaik, penyedia jasa affiliate web no 1, master di bidang traffic, pokonya semua dedengkot dunia dari usaha web marketing bakal tumplek di Hotel Aryaduta tanggal 11-12 November. Acaranya namanya Global Internet Summit. Bonusnya lebih cling lagi. Bahkan qta bisa ikutan seminar Tung Desem Waringin seharga 750000. Biaya ? 8. With 6 zeros ? (nod) Oh, well...

Jakarta, Yang Masih Macet, 19.00 WIB

Mulai melakukan one nite stand(ing), nunggu taksi, nunggu di antrian, nunggu mobil travel dateng

Bandung, Yang Sepi Banget, 22.00 WIB

Masih one nite stand, nunggu angkot lewat. Keujanan..

Hal paling penting yang gw pelajari dari seminar2 di atas adalah, "seminar gratis selalu berujung pada workshop". Buat yang berminat, ikutan aja, jaman sekarang semua bisa dikredit ko (termasuk biaya workshop) N maap gw ga nulis detil yang gw denger pas seminar, soalnya kalo ditulis semua, yang baca kudu ngenet sehari semalem. Apalagi yang nulis, amputasi jari..

Btw, pas di jalan, di Monas gw ngeliat ada polisi lagi diskusi ekonomi ama seorang sopir. Hell wit d discussion, my eyes glued to d wheels, Ferrari Maranello. God, it would be nice if I have one, hehehehe..

Wednesday, November 01, 2006

(Absolutely) Not My Lucky Day part 2

Today is not a (very) good day. Semua dimulai dari pagi yang indah di hari Rebo.. (dramatis)

Gw berangkat pagi2. Hari ini gw ada ngawas ujian jam 8. Abis nganter babeh kerja, gw masih kudu ke rumah dulu buat ganti onderdil, karena tadi pergi cuman pake baju tidur doang.. Eniwei, gw cabut jam 7 1/4. Masih ada waktu lah, batin gw tenang.

Semua berjalan indah, jalanan sepi n gw masuk ke Bypass. Udara segar, langit cerah, awan item.. loh ?? Apaan tuh ? Ada asep item ngebumbung dari arah jalan terusan Buah Batu. Gw masi di perempatan, jadi ga keliatan, tapi satu yang pasti, kebakaran.

Jam 1/2 8. Baguss.. gw udah telat, n sekarang ada kebakaran ? Masalahnya bukan apa2, manusia2 Indonesia paling demen ama yang namanya musibah. Kalo ada yang tabrakan ato kebakaran aja, ngibring langsung ke tempat kejadian, nyari tontonan. Ada sih yang nolongin di garis depan, tapi sisanya pada bejibun di belakang, lomba cerita nyari saksi utama.

N bener aja, pas gw belok, umat manusia udah pada numplek di sana. Yang kebakar toko motor di bagian kanan jalan, kalo diliat dari tempat gw sekarang. Apinya nyebar mpe perumahan BNI di belakangnya. Dari jarak segini aja, panasnya udah menang dari kompor gw, tapi ada aja orang2 yang kongkow di sebelah tempat kejadian. Ngeroko. Ga punya korek kali yee ?

Dan gw makin ketahan ama mobil2 n motor2 yang tiba2 parkir di tengah jalan. Woy ! Kalo mo liat layar tancep, mbok ya minggir gitu loo..! Gw udah telaaa..tt !!!

Setelah berjuang mpe tetes bensin terakhir, akhirnya gw nyampe juga di kampus. Jam 0750. Ok, gw tau apa yang bakal terjadi, tapi gw ga bakal pulang sebelum dikasi tau sendiri ama pengawas di sana. "Maap mas, pengawas seharusnya sudah ada di tempat setengah jam sebelum ujian dimulai". Puas ?

Di tempat gw emang rada ajaib. Pengawas ujian emang udah dibagiin jadwal ngawas pas dia daftar. Tapi ga pernah ada jaminan kalo dia bakal bisa ngawas sesuai jadwal yang udah ditentuin, terutama makhluk2 telat kaya gw ini. Banyak pengawas lain yang merelakan diri jadi joki, buat ngisi tempat yang kosong. Duitnya lumayan bo, apalagi kalo dapet kenalan ama cewe cakep dari kelas bawah, hweheheheh.. Akhirnya gw pulang dengan tangan hampa (sigh..)

Pas gw lewat lagi ke tempat kebakaran, coba tebak sodara2, mobil pemadam baru dateng ! Buhhsett.. Rumahnya udah jadi krupuk, ini baru nongol. Pantesan kebakaran di Indonesia rata2 berakhir tragis, lha wong baru ditangani pas udah stadium akhir.. Ga bisa nyalahin petugasnya juga seh, orang2 qta yang bawa mobil suka ga pedulian juga. Kalo ada ambulan ato pemadam yang pengen lewat, bukannya ngasi jalan, malah ngebut biar jalannya ga kerebut. Jadinya malah bukan apinya padam, yang ada malah nambah korban..

Itu cerita pagi. Malemnya, nasib gw belom baek juga. Pas gw keluar lagi pake mobil, di perempatan gw baru tau, kalo.rem.gw.BLONG !! AAARRRGGGHHH !!! Nyaris aja tabrakan kalo gw ga langsung narik rem tangan. Untung sering maen basket (di mana sih letak gunanya ?)

Yah, ini napa lagi seh ? Emang kemaren rada2 ga enak remnya, jadi tadi pagi gw isi minyak remnya mpe penuh. Tapi pas gw nepi n meriksa lagi, gilee.. botolnya udah kosong aja dong. Eh, nemu sedotan Aqua di deket mesin. Masa ada yang demen ngisep oli sih ?

Akhirnya gw jalan pake maenin kopling n rem tangan. Sekali lagi, untung gw seneng maen Need For Speed (dan sekali lagi, di mana gunanya, dodol ?)

Btw, Perda K3 tentang kesopanan dan kesusilaan mulai diberlakukan di Bandung hari ini. Kalo ada yang melakukan pelanggaran norma kesopanan, katanya minimal kudu bayar 250 ribu. Ah, gw masih rada pesimis ama aturan ginian. Tapi, ntar aja de gw tulis lain kali. Yang penting sekarang, gw kudu inget buat ga sekali2 lagi joging pake celana renang..