Rheind's Life Journal

Thursday, March 08, 2007

Book Review : The Romanov Prophecy

Ini buku kedua dari Steve Berry, salah satu pengarang favorit gw. Sebenernya sih terbitnya udah lama, tapi gw baru beli sekarang. Sempet dianggurin sebulan, mpe akhirnya gw mulai baca. Akibat dari berbagai macam hal yang nyita waktu n perhatian gw, buku ini akhirnya kelar sebagai selingan di antara waktu2 senggang yang gw dapet dengan susah payah. Tapi paling ngga, selesai juga sodara2 ! Sigh, untuk ukuran buku yang bisa gw abisin dalem sehari, novel ini baru khatam sebulan selanjutnya. Jadi, mohon maap kalo ceritanya udah rada2 ga update, paling ngga niat gw buat ngasi review udah baek, hehehe..

Novel The Romanov Prophecy mengisahkan proses pengembalian kekuasaan monarki di Rusia. Dikisahkan, rakyat Rusia menginginkan dinasti Romanov kembali dibangkitkan, sehingga Tsar (raja) kembali menjadi pemegang puncak kepemimpinan di Rusia. Hal ini sesuai dengan ramalan Rasputin, penasihat kerajaan dari Tsar Romanov terakhir, Nicholas II. Pemeran utama dari cerita ini adalah Miles Lord, pengacara Afro-Amerika yang bersama atasannya, Taylor Hayes, ditugaskan untuk memastikan bahwa calon Tsar yang baru adalah orang yang diyakini klien2 mereka sebagai calon pemimpin yang dapat diajak 'bekerja sama'. Seiring bergulirnya cerita, ramalan Rasputin yang semula dianggap khayalan dari orang yang setengah gila, mulai menunjukkan kebenarannya. Dan Miles Lord menjadi salah satu tokoh utama dari ramalan yang menerangkan kebangkitan Romanov setelah seabad berselang.

Unsur sejarah dalam novel ini sangat kental. Di sini dituliskan sejumlah kejadian yang termasuk dalam rangkaian sejarah Rusia. Dalam hal menggabungkan fakta dengan fiksi, Steve Berry termasuk piawai. Apalagi, di akhir novel dijelaskan poin2 yang termasuk fakta, terpisah dengan hal2 yang sekedar rekaan belaka. Sayang, penyelesaian konfliknya terkesan terlalu terburu2, beberapa bagian di mana Miles Lord sudah tersudut oleh maut diselesaikan terlalu cepat, membuat ketegangan yang dibangun secara bertahap jadi sia2. Buat penggambaran konflik, gw masih lebih suka The Amber Room.

Hal yang lainnya, mungkin karena ingin menegaskan kebenaran dari ramalan, ada beberapa bagian cerita yang sedikit 'terlalu' kebetulan. Well, kalian bisa baca sendiri.

Tapi secara keseluruhan, novel ini cukup bagus. Bukan novel yang punya kekuatan buat nahan pembaca yang penasaran, tapi lumayan buat nambah pengetahuan. Overall, gw kasi B- de..

Steve Berry adalah novelis dalam kategori yang sama dengan Dan Brown n novelis2 laen yang ngebuat cerita dengan basis fakta yang kuat. Jadi, kalo kalian suka ama cerita fiksi yang dibangun ama serangkaian data fakta, kalian boleh coba ngebaca novel yang satu ini. Novel karyanya yang lain, The Amber Room n The Templar's Legacy.

Moga2 cara gw nulis review cukup lumayan. Ato kurang detil ? Kalo terlalu detil, kan ga rame lagi bacanya..

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home