NewsWeek : Polygamy
Ada yang rela diduain ? Ada yang ngerasa baik2 aja kalo pasangan berbagi hati ? Well, hari2 ini TV n koran lagi getol2nya ngebahas fenomena poligami. Iyah, gw juga ngakuin dengan segala kebesaran hati, kalo gw sendiri belom kawin, eh, nikah. Tapi ga ada salahnya kan ?
Poligami itu fenomena di mana seorang pria memiliki lebih dari satu istri. kebalikannya poliandri, satu istri banyak suami. Tapi keduanya sama, sama2 bikin hidup ekstra sabar. Ga melulu urusan mereka yang udah terikat pernikahan, masalah hati ini juga jadi hak mereka, eh, qta yang masih sendiri. Ga usah wanita de, emang yang pria juga rela kalo cinta pasangannya dibagi ama pria laen ? Hasil survey ma temen2 ce gw, 100% menyatakan ga rela dimadu, tapi ga ambil pusing ama pilihan orang laen. Sedangkan, survey ama temen2 co, 50-50. Wehey, maap sodara2, jangan menjudge seenaknya, di sini qta bicara tentang naluri lelaki, heheheh... Di sini, kekuatan cinta diuji. Apakah bisa bertahan di tengah badai perasaan, atau hancur diterjang gelombang kedengkian ? Karena saat ini, hati pasangan seperti biduk dengan dua nahkoda.
Well, gw yakin, ga ada orang yang sepenuhnya rela kalo ternyata cinta untuknya harus terbagi dengan orang lain. Kesetiaan pasangan ko masih perlu diuji ama kehadiran pihak ketiga ? Tega amat.. 'Perselingkuhan yang disahkan', kalo kata temen gw. Yah, tapi itu semua kan pilihan masing2..
Yang gw sedikit prihatin, adalah bagaimana orang2 sekitar gw menyikapi hal tersebut. Terutama mengenai tokoh yang tengah disorot karena keputusan berpoligami yang ia lakukan. Penilaian sebagian dari mereka atas figur yang melakukan hal ini sontak berubah. Tiba2 mereka tidak lagi melihat sang figur sebagai pribadi santun yang pantas ditiru, tapi sebagai manusia yang kurang bersyukur atas karunia-Nya. Kata2nya yang dulu penuh motivasi, kini lebih terdengar sebagai ajakan yang menghalalkan cinta suci untuk dibagi ke lain hati. Bahkan beberapa orang menilai senyumnya yang teduh sebagai seringai munafik untuk menutupi kekhilafan diri. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Hanya karena satu kesalahan, semua kebaikan bisa terlupakan. Tapi, apa itu benar2 suatu kesalahan ?
Di sini bisa dilihat kekuatan informasi media massa bisa membentuk opini yang berkembang di masyarakat. Masyarakat seakan diarahkan untuk melihat hanya dari satu sisi. Hal ini tidak diimbangi dengan informasi yang seimbang dari sisi yang lain, sehingga opini yang terbentuk pun timpang, setiap orang mendukung satu pendapat dan menentang keras pendapat lain. Hal ini bisa jadi dikarenakan tiap media seakan kompak untuk bersama2 berdiri di satu sisi sungai informasi. Lebih spesifik, sisi yang paling banyak menuai dukungan, sehingga mereka bisa sama2 meraup keuntungan dari berita yang hangat beredar. Memang sulit untuk berdiri di luar kelompok, karena suara yang kita keluarkan tidak pernah sampai ke tengah2 lingkaran, hilang di tengah riuh pendapat yang merebak di lingkaran dalam.
Gw ga setuju poligami. Karena ga pengen jadi korban poliandri ? Itu alasan utama kedua. Yang pertama ? Ada dehh.. Jadi, kalo pasangan masih setia, napa harus berbagi hati ? Temen gw nimpalin, "pada mo jadi donor lever kaleee..."
Aku memang pecinta wanita, tapi ku bukan buayaaa...
Poligami itu fenomena di mana seorang pria memiliki lebih dari satu istri. kebalikannya poliandri, satu istri banyak suami. Tapi keduanya sama, sama2 bikin hidup ekstra sabar. Ga melulu urusan mereka yang udah terikat pernikahan, masalah hati ini juga jadi hak mereka, eh, qta yang masih sendiri. Ga usah wanita de, emang yang pria juga rela kalo cinta pasangannya dibagi ama pria laen ? Hasil survey ma temen2 ce gw, 100% menyatakan ga rela dimadu, tapi ga ambil pusing ama pilihan orang laen. Sedangkan, survey ama temen2 co, 50-50. Wehey, maap sodara2, jangan menjudge seenaknya, di sini qta bicara tentang naluri lelaki, heheheh... Di sini, kekuatan cinta diuji. Apakah bisa bertahan di tengah badai perasaan, atau hancur diterjang gelombang kedengkian ? Karena saat ini, hati pasangan seperti biduk dengan dua nahkoda.
Well, gw yakin, ga ada orang yang sepenuhnya rela kalo ternyata cinta untuknya harus terbagi dengan orang lain. Kesetiaan pasangan ko masih perlu diuji ama kehadiran pihak ketiga ? Tega amat.. 'Perselingkuhan yang disahkan', kalo kata temen gw. Yah, tapi itu semua kan pilihan masing2..
Yang gw sedikit prihatin, adalah bagaimana orang2 sekitar gw menyikapi hal tersebut. Terutama mengenai tokoh yang tengah disorot karena keputusan berpoligami yang ia lakukan. Penilaian sebagian dari mereka atas figur yang melakukan hal ini sontak berubah. Tiba2 mereka tidak lagi melihat sang figur sebagai pribadi santun yang pantas ditiru, tapi sebagai manusia yang kurang bersyukur atas karunia-Nya. Kata2nya yang dulu penuh motivasi, kini lebih terdengar sebagai ajakan yang menghalalkan cinta suci untuk dibagi ke lain hati. Bahkan beberapa orang menilai senyumnya yang teduh sebagai seringai munafik untuk menutupi kekhilafan diri. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Hanya karena satu kesalahan, semua kebaikan bisa terlupakan. Tapi, apa itu benar2 suatu kesalahan ?
Di sini bisa dilihat kekuatan informasi media massa bisa membentuk opini yang berkembang di masyarakat. Masyarakat seakan diarahkan untuk melihat hanya dari satu sisi. Hal ini tidak diimbangi dengan informasi yang seimbang dari sisi yang lain, sehingga opini yang terbentuk pun timpang, setiap orang mendukung satu pendapat dan menentang keras pendapat lain. Hal ini bisa jadi dikarenakan tiap media seakan kompak untuk bersama2 berdiri di satu sisi sungai informasi. Lebih spesifik, sisi yang paling banyak menuai dukungan, sehingga mereka bisa sama2 meraup keuntungan dari berita yang hangat beredar. Memang sulit untuk berdiri di luar kelompok, karena suara yang kita keluarkan tidak pernah sampai ke tengah2 lingkaran, hilang di tengah riuh pendapat yang merebak di lingkaran dalam.
Gw ga setuju poligami. Karena ga pengen jadi korban poliandri ? Itu alasan utama kedua. Yang pertama ? Ada dehh.. Jadi, kalo pasangan masih setia, napa harus berbagi hati ? Temen gw nimpalin, "pada mo jadi donor lever kaleee..."
Aku memang pecinta wanita, tapi ku bukan buayaaa...
Labels: News

0 Comments:
Post a Comment
<< Home