Rheind's Life Journal

Friday, March 30, 2007

Buffet Gone Berserk

Kunjungan kuliner kali ini nostalgia, gw makan di Sapo Oriental lagi. Tapi dengan ngebawa personil baru. Anggota pasukan makan kali ini adalah Arya, Alf, n maestro omnivora qta, Rikza. Bermodalkan anggota2 elit dengan reputasi makan selangit, gw yakin kali ini gw bisa memperbaiki rekor yang dulu. One mission, bring down d house !

Abis ngasi pengarahan tentang tata tertib (baca : tips2 buat morotin) resto buffet, qta mulai masakan pertama. Arya n Alf mesen Sup Jagung Telur Kepiting. Gw, Sapo Kakap Jamur Merang. Rikza, Sapo Sapi Paprika. Dilanjutin ama Sapo Kakap Szechuan, Sapo Tahu Ikan Asin, Sapi Lada Hitam, Ayam Kungpao, .............

Singkat cerita, qta mesen semua menu yang ada di sana. Kecualiii.., beberapa menu yang menentang poin2 dalem Hukum Sukses ngeBuffet, seperti Nasi, Mie, Kwetiauw, n lain2.

Bintang qta kali ini, Rikza. Bintang (tanpa tambahan 'a' di antara 'n' dan 't') pemakan segala yang sengaja diimpor dari Perancis ini makan dengan kapasitas mengejutkan. Sumpah, baru kali ini gw ngeliat manusia bisa ngemamah biak, perutnya ada lima biji bo.. (piss, Za, piss). N ampe yang lain megap2 napas, doi ngaku kalo pusernya baru keisi setengah.. Hayah, kalo Dhany pelihara cacing, ni anak pelihara naga, hwehehehe..

Alf lain lagi. Mas yang ini minumnya mantep. 3 jenis minuman dalem sekali makan ? Wow..

Arya ? Dosen qta penyuka sup. Makan sedikit, lalu pesen sup. Coba makanan lain, pesen sup lagi. Ada apa dengan sup ?

Yang adem ayem kayanya cuman gw doang, maklum, udah punya pengalaman, hehehe..

Eniwei, kembali tentang misi, kali ini qta nyetak rekor baru : 26 porsi makanan, 2 juice, 3 ice tea, 2 chinese tea. Dengan asumsi harga asli makanan dipukul rata 30.000, minuman 10.000 n chinese tea 4.000, total yang qta bayar cuma Rp. 230.500 ! Sesaat, gw sempet yakin kalo poto qta bakal nyebar di seluruh outlet Sapo Oriental. Black-listed.

Labels: ,

Monday, March 26, 2007

300

Hari ini gw nonton 300. Secara nasib gw selalu telat ngasi review, tapi who knows ada sodara2 qta di luar sana yang lebih ga update dibanding gw, jadi ga ada salahnya tho ? Spoiler alert, guys !
Cerita berpusat pada Leonidas (Anak Singa / Jelmaan Singa), raja Sparta yang diperkirakan hidup pada tahun 488 SM dan dipercaya sebagai keturunan langsung dari garis darah Herkules.


Semua bermula ketika utusan Xerxes, kaisar Persia, meminta Leonidas dan seluruh rakyatnya tunduk pada kekuasaan Persia. Tidak terima dengan arogansi dari sang utusan, Leonidas membantai seluruh anggota rombongan. Hal ini tentu saja memprovokasi Persia untuk menduduki Yunani dengan cara kekerasan, perang.

Sesuai dengan hukum yang berlaku, semua tindakan yang diambil raja harus sesuai persetujuan dari para ephor, semacam pendeta yang kawin dengan sesama jenis mereka dan diyakini mampu berkomunikasi dengan para dewa, yang bersemayam di Delphi. Walaupun Leonidas telah memberikan analisis dari kondisi mereka yang saat ini tengah kritis, para ephor bersikeras untuk tetap menanyakannya pada Oracle, wanita yang menjadi medium komunikasi mereka dengan dewa. Dikarenakan festival Carneia (salah satu acaranya adalah Olimpiade), para ephor mengharamkan rakyat Sparta untuk berperang.

Tidak percaya dengan hal2 mistik, dan didorong oleh rasa tanggung jawabnya sebagai raja, Leonidas mempersiapkan 300 prajurit terbaiknya untuk pergi ke Thermopylae (Hot Gates), sebuah jalur sempit di sebelah utara Sparta yang diapit oleh dinding tebing yang tinggi. Di sanalah mereka akan menahan gempuran musuh yang jumlahnya ratusan kali lipat lebih banyak.

Walaupun telah mengerahkan pasukan dalam jumlah sangat besar, Xerxes tetap gagal menduduki Sparta, karena pertahanan pasukan yang memblokir satu2nya jalan masuk tidak dapat ditembus. Hal itu berlangsung selama 2 hari. Hingga akhirnya Ephialtes, seorang turunan Sparta yang sakit hati karena ditolak oleh Leonidas untuk ikut bertempur akibat cacat tubuhnya, memutuskan untuk membantu Xerxes dengan menunjukkan jalan tembus yang memungkinkan pasukan Persia dapat menyerang pasukan Leonidas dari belakang.

Terkepung, Leonidas dan ke-300 prajuritnya memutuskan untuk bertempur habis2an. Dan akhirnya, Leonidas beserta seluruh prajuritnya gugur dalam hujan anak panah yang "demikian banyaknya, hingga menutupi matahari". Walau demikian, pertempuran di Thermopylae menunjukkan bagaimana strategi dan keberanian dapat melawan musuh dengan keunggulan yang jauh lebih besar.

Setahun kemudian, Aristodemus, salah satu prajurit yang sebelumnya diminta Leonidas kembali ke Sparta dan meyakinkan dewan untuk mengirimkan seluruh pasukan sebagai bala bantuan, memimpin sejumlah besar pasukan untuk mengusir pasukan Persia dari Yunani.

Pertempuran di Thermopylae diyakini benar2 pernah terjadi. Diperkirakan terjadi pada tahun 480 SM, peristiwa ini pun dikenang sebagai salah satu kisah epik yang paling heroik yang pernah terjadi. Pertempuran ini didokumentasikan oleh Herodotus, ahli sejarah Yunani. Para peneliti modern juga mengklaim telah menemukan situs pertempuran Thermopylae dan bukti2 adanya "hujan panah" yang menewaskan Leonidas dan para prajuritnya.

Herodotus menuliskan, bahwa total jumlah pasukan Persia adalah 5.283.220 orang. Sementara jumlah pasukan Yunani 7000 orang. Jadi sebenarnya, tidak hanya bangsa Sparta yang berperang. Beberapa literatur menyebutkan, 300 orang Sparta menahan musuh masuk ke wilayah mereka, sementara di laut, prajurit2 Athena menghancurkan armada Persia. Hal ini pun untuk mengulur waktu sebelum bala bantuan datang. Hanya saja , dalam film ini yang ditekankan adalah perjuangan heroik dari prajurit Sparta dalam menahan gempuran pasukan Persia.

Beberapa hal yang berhubungan dengan film :

Pada hari pertama pertempuran, Xerxes meminta Leonidas untuk tunduk dan menyerahkan senjata pasukannya. Leonidas membalas, "Datang dan ambillah mereka". Kalimat ini selanjutnya digunakan oleh banyak jenderal dan pemimpin2 di berbagai belahan dunia. Kalimat yang sama kemudian digunakan pada emblem Korps Tentara I Yunani.

Dienekes, salah satu prajurit Sparta, mendengar ancaman utusan Persia yang mengatakan, "Jumlah pasukan kami sangat banyak, sehingga panah2 kami akan menutupi matahari". Ia menanggapi, "Semakin banyak, semakin bagus. Sehingga kami akan berperang dalam perlindungan". Kalimat ini digunakan oleh Divisi Bersenjata ke-20 Yunani sebagai motto.

Oracle di Delphi tidak hanya meramalkan bahwa Sparta akan jatuh, tapi juga meramalkan kemenangan Sparta, dengan syarat salah seorang raja dari garis keturunan Herkules harus berkorban nyawa dalam mempertahankannya.

Leonidas akhirnya dipenggal dan disalib oleh Xerxes, hal yang tidak dimuat dalam film, tapi kemudian dikembalikan kepada rakyat Sparta, 40 tahun kemudian.

Yup. Itu dia review singkat dari gw. Satu hal yang pasti, film ini PENUH dengan darah. Hampir di sepanjang cerita, selalu ada scene darah muncrat ke mana2. Tambahan nilai plus, film ini minim sensor (kayanya), karna ada 2-3 scene yang menunjukkan proses pemenggalan kepala dengan darah muncrat ke mana2, yang untungnya, ga kegunting sensor. Well, bukan sekedar karna gw peminat adegan berdarah2, tapi karna kalo mo ngikutin aturan, bisa2 3/4 film kena potong. Good thing they didn't do that..

Enihaw, hal paling geuleuh dari film ini adalah sosok Xerxes. Kaisar Persia yang dikisahkan memiliki kekuasaan terbesar di Asia n nobatin dirinya sendiri jadi separo dewa, digambarin sebagai raja perkasa dengan perilaku waria. Asli, kalo Aming dibotakin, dikasi anting di pipi n bibir, trus dikasi makan n disuruh fitnes 3 bulan, kali persis ama Xerxes. Masi jauh lebih parah bencong perempatan sih, tapi tetep aja, girly banget. Well, u can see it for urself.

Satu lagi, gw ngeramal, fitness center bakal rada rame. Kayanya bakal banyak cowo yang minat punya bodi kaya Leonidas n Crews. Buat cewe2, yang segitu itu udah cukup ato masi kegedean ? Secara kalian rada2 geli ama cowo2 buntelan produk binaraga, hehehe..

Oya, tadi ada cuplikan film baru, "Sunshine". Tentang misi ngidupin lagi matahari. Kayanya keren banget.. Musti nonton !


Labels:

Sunday, March 25, 2007

Help !

Akhir2 ini pikiran gw mandeg. Rasanya susah banget buat nulis sesuatu. Walo sampe saat ini gw cuman sekedar nulis pengalaman sehari2, tapi saat ini gw sulit berekspresi. Semua serba maksa. Maksa duduk depan komputer, maksa otak pas2an gw buat netesin setitik inspirasi, maksa nyari kata2 yang cocok, maksa ngetik, maksa ngupload, yang akhirnya bikin tulisan gw jadi 'maksa' n makan waktu lama (ada salah satu post yang butuh waktu 3 jam buat ditulis..)

Kayanya ini akibat dari tingkat stres yang udah mulai masuk titik jenuh. Kerja, nulis skripsi, nyusun tesis. Sementara seharusnya harus ada yang jadi prioritas, gw malah pengen ketiganya jalan paralel. Akibatnya ya gini..


Gawatnya, hal ini jadi ngimbas ke semangat nulis gw, padahal nulis adalah salah satu cara gw ngatasin stres.

Istirahat ? Betul. Tapi gw selalu yakin kalo gw ga nulis2, bisa2 gw beneran ga bakal nulis buat waktu yang lama (BANGET). Sementara gw pengen kesan yang gw dapet dari pengalaman gw saat itu bisa terdokumentasi dengan baik, yang tentu aja ga bisa kalo gw tunda2 penulisannya. Apalagi, buat jadi penulis yang baik, mood harus selalu bisa disiasatin. Jadi, apa yang mesti gw lakuin ?

Labels:

Sunday, March 11, 2007

The Gathering

Hari sabtu kemaren, kantor gw ngadain gathering. Acara taunan ini diadain buat ajang silaturahmi antar karyawan dari kedua cabang. Tempatnya di Villa Lagenta, Lembang. Diultimatum kudu kumpul jam 9, (tentu aja akhirnya) qta berangkat jam 11, gw ke sana nebeng Dhany. Di jalan kena ujan, n nyasar. Nasib..

Villa Lagenta tempatnya sekitar 2 km dari pintu masuk jl. Kol. Masturi. Tinggal ikutin jalan, ada plang gede di depan pintu masuk villa. Emang gede banget. Di sini ada gazebo, ada lapangan basket, ada mini-teater tempat api unggun, n lahan yang luas (banget). Di bangunan utama ada meeting room, terrace, n 4 kamar tidur. Bisa mpe 200 orang.

Nyampe di sana, udah banyak orang. Kebanyakan dari cabang Dago, jadi masi banyak yang asing. Temen2 ACA (wisma HSBC) baru dateng 1/2 jam kemudian. Qta lalu dipersilakan ngambil nomer buat pendaftaran ulang.

Acara dimulai dengan ngebagi kelompok sesuai nomer kupon doorprize yang qta ambil sebelumnya. Kelompok2 ini bakal diadu di tiap game. Nomer gw 0613, n nasib ngebawa gw jadi anggota ke 6 dari kelompok 13. Anggota kelompok gw : Ines, Miranti, Ade, Lukas, Indra n Deni, semua dari Dago. Sementara yang dari ACA cuman gw ma Ahmad.

Sebelum acara dimulai, ada penarikan doorprize. Hadiahnya macem2, mulai dari handphone 3G mpe tipi (katanyah). Gilee.. pikir2, nyewa villanya aja udah musti ngegelontorin duit berapa jeti, belum lagi hadiah2 mantep yang bakal dibagi2. Saking banyaknya barang yang mo dikasi, mpe dipilah ke beberapa sesi.

Enihaw, let's get it on !

Balap Bakiak
Seperti balap bakiak umumnya. Yang ditunggu2 adalah momen2 saat para manusia itu bergelimpangan akibat koordinasi mulut n cokor ga saling kompromi.

Pukul Kantong Air
Perwakilan dari tiap kelompok dikasi tongkat dari batang pepaya, ditutup matanya, trus diputer2. Satu orang lagi ngasi petunjuk ke arah kantong air yang harus dihancurin. Tapi apa daya, beberapa peserta sepertinya lebih berminat menjitak kepala peserta lain dibanding mukul kantong air yang entah ada di mana. Caution : Mabok + Gelap Mata = Bencana.

Tarik Tambang
Yang jadi fokus perhatian di sini adalah pertandingan antara kelompok Pak H n Pak E, dua2nya dari ACA. Yang satu mantan atlet binaraga, yang lain ngejulang tegap setinggi hampir 2 meter. Samson lawan Kingkong (kalo mereka baca ini, gw bisa dibunuh). Ternyata Kingkong & Crews masih terlalu tangguh buat Samson & Bratz. Gw sendiri ? Kalah di babak pertama. Berjuang hingga lecet terakhir. Jatoh mulu uy..

Balap Karung
Gw baru aja selesai makan pas ketua tim, Pak Indra dateng. "Ren, kamu ikut balap karung ya. Pak Lukas ga kuat, kalo Pak Deni kurang jangkung." Hey, bukan salah gw kalo gw semampai, tapi pikirin nasib perut gw dong ! "Oke Ren ? Ditunggu di lapangan 5 menit lagi ya". Lengkapnya, ini balap karung berpasangan. D good thing is, ini ganda campuran, sodara2. Dari garis start, tiap tim lari ke ujung lapangan, ngambil karung n mulai lompat2, bolak-balik. Gw n Ade lolos ke babak final, n nyaris menang, kalo qta berhasil nemuin bagian karung yang kebuka. Belakangan, Pak Indra ngehibur, "Tenang Ren, maklum, yang perjaka masi susah nyari lobang". Halaaahh..

Baskom Tepung
Semua anggota tim maen di sini. Orang pertama lari ke ujung lapangan n mesti ngambil permen dalem baskom penuh tepung terigu, dengan mulut. Sepuluh detik kemudian, gantian ama orang kedua, n selanjutnya. Tis is d makeover session, dude ! Pernah liat monyet bedakan ? Di sini bisa.
Live Karaoke
Tiap kelompok milih satu orang wakil buat nyanyi. Band pengiringnya beraliran jazz, n salah satunya anggota Brown Sugar. Cafe n Lounge, anyone ? Got my win here. Sweet. Ada gunanya juga jam-session di kamar mandi tiap hari, hwehehehe..

Limbo
How low can you go ? Tekuk lutut, tegangkan perut. Kumat encoknya ? Tapi buat 2 juta rupiah (cenah), sapa yang ga rela ? Gw gagal di ketinggian 120 cm. Rekor Guinness 30 cm. Itu orang ato tuyul ?

Acara selesai jam 1 malem. Masi ada satu game lagi yang gw jabanin, Uno Stacko. Menara yang dibangun dari susunan balok2 identik dipreteli satu per satu (tiap tingkat terdiri dari 3 balok). Balok yang udah diambil ditaro di puncak menara. Yang ngerobohin menara duluan, kalah. N yang kalah dipersilakan buat ngerelain wajahnya jadi kanvas idup. Gw ? Cuman memastikan sapuan abstrak gw punya nilai seni, heheheh..

Kapan lagi punya kesempatan ulang tahun di tengah2 ratusan orang ? It's one of my special day, indeed.

Labels:

Thursday, March 08, 2007

Book Review : The Romanov Prophecy

Ini buku kedua dari Steve Berry, salah satu pengarang favorit gw. Sebenernya sih terbitnya udah lama, tapi gw baru beli sekarang. Sempet dianggurin sebulan, mpe akhirnya gw mulai baca. Akibat dari berbagai macam hal yang nyita waktu n perhatian gw, buku ini akhirnya kelar sebagai selingan di antara waktu2 senggang yang gw dapet dengan susah payah. Tapi paling ngga, selesai juga sodara2 ! Sigh, untuk ukuran buku yang bisa gw abisin dalem sehari, novel ini baru khatam sebulan selanjutnya. Jadi, mohon maap kalo ceritanya udah rada2 ga update, paling ngga niat gw buat ngasi review udah baek, hehehe..

Novel The Romanov Prophecy mengisahkan proses pengembalian kekuasaan monarki di Rusia. Dikisahkan, rakyat Rusia menginginkan dinasti Romanov kembali dibangkitkan, sehingga Tsar (raja) kembali menjadi pemegang puncak kepemimpinan di Rusia. Hal ini sesuai dengan ramalan Rasputin, penasihat kerajaan dari Tsar Romanov terakhir, Nicholas II. Pemeran utama dari cerita ini adalah Miles Lord, pengacara Afro-Amerika yang bersama atasannya, Taylor Hayes, ditugaskan untuk memastikan bahwa calon Tsar yang baru adalah orang yang diyakini klien2 mereka sebagai calon pemimpin yang dapat diajak 'bekerja sama'. Seiring bergulirnya cerita, ramalan Rasputin yang semula dianggap khayalan dari orang yang setengah gila, mulai menunjukkan kebenarannya. Dan Miles Lord menjadi salah satu tokoh utama dari ramalan yang menerangkan kebangkitan Romanov setelah seabad berselang.

Unsur sejarah dalam novel ini sangat kental. Di sini dituliskan sejumlah kejadian yang termasuk dalam rangkaian sejarah Rusia. Dalam hal menggabungkan fakta dengan fiksi, Steve Berry termasuk piawai. Apalagi, di akhir novel dijelaskan poin2 yang termasuk fakta, terpisah dengan hal2 yang sekedar rekaan belaka. Sayang, penyelesaian konfliknya terkesan terlalu terburu2, beberapa bagian di mana Miles Lord sudah tersudut oleh maut diselesaikan terlalu cepat, membuat ketegangan yang dibangun secara bertahap jadi sia2. Buat penggambaran konflik, gw masih lebih suka The Amber Room.

Hal yang lainnya, mungkin karena ingin menegaskan kebenaran dari ramalan, ada beberapa bagian cerita yang sedikit 'terlalu' kebetulan. Well, kalian bisa baca sendiri.

Tapi secara keseluruhan, novel ini cukup bagus. Bukan novel yang punya kekuatan buat nahan pembaca yang penasaran, tapi lumayan buat nambah pengetahuan. Overall, gw kasi B- de..

Steve Berry adalah novelis dalam kategori yang sama dengan Dan Brown n novelis2 laen yang ngebuat cerita dengan basis fakta yang kuat. Jadi, kalo kalian suka ama cerita fiksi yang dibangun ama serangkaian data fakta, kalian boleh coba ngebaca novel yang satu ini. Novel karyanya yang lain, The Amber Room n The Templar's Legacy.

Moga2 cara gw nulis review cukup lumayan. Ato kurang detil ? Kalo terlalu detil, kan ga rame lagi bacanya..

Labels:

Wednesday, March 07, 2007

A Month Behind

Ga kerasa, udah sebulan aja gw ga ngupdate blog. Banyak hal terjadi sebulan belakangan, yang rata2 nyita waktu n perhatian. Well, sebenernya mah bukan gw yang ga ada waktu, tapi hese nyediain waktu. Banyak yang harus dikerjain, tapi nyusun jadwal gagal mulu, karna banyak hal yang tiba2 nongol n tabrakan satu ama lainnya. Well, daripada dibawa stress, masalahnya ga ikutan beres, mending gw nulis blog lagi.

Udah sebulan lewat, sejak gw keterima kerja. Gw sekarang gawe di Valbury, perusahaan yang gerak di bidang komoditi berjangka. Can't max it out yet, though. Gw masi ngejer waktu buat nyusun skripsi. Tapi paling ngga, sejak masuk kerja, gw dapet ilmu anyar : ngiket dasi. Gw inget pas pertama training, gw heboh sendiri, karna di lemari kaga ada secarik kain yang wujudnya mirip dasi. Akhirnya nyabot persediaan dasi bokap. Masalah belum selesai, karna momen terakhir gw pake dasi yaitu pas wisuda SMP (yang tentu aja dasi instan, simpulnya udah jadi). Jadi, iket-iket-iket, VOILA ! Simpul mati. Sepertinya pengalaman gw jadi anggota PMR waktu SD ga banyak berguna. Ulang. Iket3, persegi panjang. Dilanjutkan ama bentuk bujur sangkar, trapesium, mpe segitiga abstrak. Butuh 5 jam n 5 dasi sebagai conto mpe akhirnya gw berhasil. Sekarang mah udah expert atuh, hehehe.. Four In Hand ? Windsor ? Hayu lah !

Tapi yang paling banyak nyita perhatian gw, nyusun tesis. Mamah ngambil Magister Management di Unpad, tapi karna kesibukannya yang bejibun di kantor, sidang molor mulu. Alhasil, kalo April ini ga sidang juga, bisa terancam DO. Karna bahannya yang na'udzubillah n waktu pengumpulan yang udah mepet banget, jadilah sebulan ini gw dipingit di rumah. Pagi2 jadi pelaku pasar komoditi, malemnya alih profesi jadi tukang ketik skripsi, hehehe.. Skripsi aja belum kelar, ini udah bikin tesis duluan, mantep banget ga seh ?

Udah sebulan lewat juga, sejak kakek gw meninggal. Tanggal 18 besok, udah 40 hari beliau tiada. Gw ga bisa ikut, karna si mamah juga ga bisa ke mana2. Mungkin ntar gw nulis cerita 40 hari yang lalu aja. Miss u grandpa..

Yah, moga2 buat ke depan, pengaturan jadwal bisa lebih mantep..

Labels: